Tuesday, 18 June 2019   |   00:28 AM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

3 Pemain Andalan Timnas Indonesia ketika Melawan Yordania

Yanto Basna

Hasil akhir bukan bidikan penting Tim nasional Indonesia saat melawan Tim nasional Yordania pada laga eksperimen berpredikat FIFA A Matchday di King Abdullah II Fase, Selasa (11/6/2019).

Pelatih Tim nasional Indonesia, Simon McMenemy, mengincar permainan yang bagus, dengan hasil akhir jadi prioritas ke-2. Pertempuran kontra Yordania diproyeksikan jadi persiapan sebelum Andritany Ardhiyasa dkk. terjun dalam Kwalifikasi Piala Dunia 2022/Piala Asia 2020 yang diadakan September akan datang.

Oleh karenanya, sasaran McMenemy tidak muluk-muluk. “Prioritas nomer satu ialah perform team. Ke-2 baru hasil akhir,” tutur arsitek berdarah Skotlandia itu, diambil dari account Twitter pribadinya, @Simcm7.

Diatas kertas, Yordania unggul semuanya dari Tim nasional Indonesia. Mengacu rangking FIFA per 4 April lalu, Yordania ada di tempat ke-97, memiliki jarak jauh dari Tim nasional Indonesia yang ada di rangking 159.

Sasaran yang sesuai kenyataan buat Tim nasional Indonesia tidak hanya mengambil point ialah tampilkan permainan paling baik serta mengaplikasikan skema yang diharapkan McMenemy. Team berjulukan Scuad Garuda itu perlu sajian optimal dari semua pemain untuk mewujudkannya.

Tersebut tiga pemain yang bisa menjadi kunci Tim nasional Indonesia menentang Yordania.

Yanto Basna

Yanto Basna bisa menjadi jagoan Tim nasional Indonesia di posisi belakang. Bek berumur 23 tahun itu punyai kecepatan untuk menyaingi beberapa striker Yordania.

Yordania menempatkan tiga striker pada partai paling akhir kontra Slovakia. Ke-3 pemain itu berperawakan dibawah 180 cm, mencakup Yusuf Al-Rawashdeh (171 cm), Musa Al-Taamari (175 cm), serta Yaseen Al-Bakhit (179 cm).

Yanto Basna yang mempunyai tinggi 180 cm begitu baik untuk menahan kecepatan beberapa striker Yordania.

Ruben Sanadi

Ruben Sanadi akan memperoleh pekerjaan berat menjaga pos kiri Tim nasional Indonesia. Musuh yang akan ditemuinya adalah Musa Al-Taamari, pemain paling beresiko Yordania.

Ruben yang sudah berumur 32 tahun, akan coba memburu kecepatan Al-Taamari, yang sepuluh tahun lebih muda darinya. Oleh karenanya, pemain Persebaya ini harus pandai jaga keadaan serta banyak belajar untuk mematikan sang pemain.

Jika gerakan Al-Taamari bisa digembok oleh Ruben, karena itu sumber penting serbuan Yordania sudah tertutup.

Rizky Pellu

Pekerjaan tidak kalah penting diemban Rizky Pellu. Bertindak jadi gelandang jangkar, pemain PSM Makassar ini dituntut untuk memutuskan saluran bola tuan-rumah.

Pellu ialah kunci penting Tim nasional Indonesia meredam serbuan Yordania. Bila pemain berumur 26 tahun ini dapat tampil garang, karena itu bidang belakang Scuad Garuda akan aman.

agen bola