Thursday, 21 November 2019   |   07:43 AM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

AC Milan Menderita Usai Dicoret Dari Liga Europa

Silvio Berlusconi

 

Hanya Real Madrid yang mampu menyaingi keberhasilan AC Milan di Liga Champions. Akan tetapi ketika tiket ke kompetisi teratas Eropa itu sulit diraih, Milan malah harus dicoret dari ajang Liga Europa.

Dengan 7 gelar yang dimiliki, I Rossoneri cuma kalah sukses dari Madrid (13 trofi) di ajang Liga Champions. Milan memang pernah begitu perkasa di Liga Champions, sampai-sampai mereka mengklaim mempunyai DNA Eropa.

Akan tetapi saat ini kejayaan Milan hampir tidak bersisa lagi. Klub itu dalam sekitar satu dasawarsa terakhir tersendat, jika tidak mau dibilang berjalan mundur.

Bahkan semenjak Silvio Berlusconi masih duduk di kursi presiden, Milan telah memperlihatkan tanda-tanda akan meredup. Faktor utamanya adalah kondisi finansial, alasan sama yang membuat UEFA memutuskan untuk mencoret Milan dari ajang Liga Europa beberapa jam yang lalu.

Berlusconi, lewat perusahaan Fininvest, memegang penuh kendali Milan. Eks Perdana Menteri Italia itu sebenarnya sangat royal dengan menyuntikkan dana buat Il Diavolo Rosso. Tapi ketika krisis ekonomi menghantam Italia pada tahun 2007, kondisinya pun berubah.

Saat itu Berlusconi sebenarnya masih menjadi orang terkaya di Italia. Namun Berlusconi tidak bisa lagi jor-joran menggelontorkan dananya. Situasi ini diperburuk dengan keputusannya maju kembali di dalam pencalonan Perdana Menteri pada tahun 2013, yang berakhir dengan kegagalan.

Tahun 2013 menjadi masa suram untuk Berlusconi dan Milan. Berlusconi dinyatakan bersalah di dalam kasus penggelapan pajak dan menghadapi tuntutan hukum sebesar 560 ribu euro yang ditujukan ke Fininvest. Ini pun membuat situasi keuangan Berlusconi menjadi limbung.

Padahal pada tahun tersebut Milan sudah berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Setahun sebelumnya terjadi eksodus besar-besaran. Alessandro Nesta, Clarence Seedorf,  Gennaro Gattuso, Gianluca Zambrotta dan Mark Van Bommel pergi dari San Siro dengan cuma-cuma. Kemudian pemain top seperti Alexandre Pato, Thiago Silva sampai Zlatan Ibrahimovic, satu persatu pergi.

Ketika Berlusconi memutuskan untuk melepas hak kepemilikan Milan kepada pengusaha asal China, Yonghong Li dan Han Li pada tahun 2017, muncul harapan jika kondisi klub bakal menjadi lebih baik.

Milan mendatangkan banyak pemain saat itu. Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Mateo Musacchio, Leonardo Bonucci dan Lucas Biglia merupakan sebagian pemain yang direkrut oleh Milan, dimana total pengeluaran mereka di musim itu mencapai 146 juta poundsterling.

Milan berhasil memenangkan Piala Super Italia dan kembali ke ajang Eropa (Liga Europa) sesudah absen selama 3 tahun. Akan tetapi sayangnya itu tidak bertahan dengan lama.

Yonghong Li ternyata membeli Milan menggunakan dana yang dia peroleh dengan cara berhutang. Ketidakmampuan Yonghong Li membayar cicilan utang tersebut membuat Milan disita oleh Elliot Morgan Corporation.

Kegagalan Milan melangkah jauh di berbagai kompetisi yang mereka ikuti pun menambah buruk kondisi keuangan klub. Kompensasi yang didapatkan Milan dari kejuaraan-kejuaraan tersebut tidaklah banyak, pun begitu dari uang hak siar. Milan minim pemasukan.

San Siro lebih sering kosong ketika Gianluigi Donnarumma dkk. tampil di kandang sendiri. Apalagi tak seperti Juventus yang mempunyai stadion sendiri, Milan masih menumpang. Keinginan Milan untuk memiliki stadion masih sebatas mimpi, yang mungkin baru akan terwujud pada 2026.

Hingga saat itu datang, Milan mesti berjuang dengan keras untuk memperbaiki kondisi keuangannya, jika tidak mau terlupakan dan hanya menjadi cerita kejayaan di masa lalu. Apakah Milan bisa memperbaiki kondisi keuangannya? Kita lihat saja nanti.

agen bola