Tuesday, 11 December 2018   |   18:31 PM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Dari Pihak Klub Liga 1 Juga Meminta Kepada Edy Untuk Mengundurkan DIri

Edy Rahmayadi

Tekanan supporter yang minta Edy Rahmayadi menempatkan jabatannya dari ketua umum PSSI turut dikomentari club Liga 1. Pemilik nada, mereka justru telah terlebih dulu menyuarakannya.

Tagar #EdyOut ramai di sosial media serta stadion sesudah Tim nasional Indonesia ditaklukkan Singapura di pertandingan perdana Piala AFF 2018. Tekanan itu makin jadi membesar sesudah Indonesia berhenti dari PIala AFF di set group.

Bos Madura United, Achsanul Qosasi, ikut inginkan Edy mundur dari jabatannya menjadi ketua umum PSSI. Bahkan juga, ia telah minta supaya Edy menempatkan jabatan sebelum Tim nasional benar-benar tersisih dari Piala AFF 2018.

“Jika saya, jelas dari dahulu, telah merekomendasikan, dari dahulu saya telah mengeluarkan surat terbuka di sosial media. Mengapa diungkit saat ini? Dari dahulu Madura meminta supaya pak Edy semestinya mundur. Saya tiada lihat hasil Tim nasional saat itu telah jelas sikapnya,” kata Presiden Madura United Achsanul waktu dihubungi pewarta, Selasa (27/11/2018).

Achsanul menjelaskan tidak mempersoalkan masalah rangkap jabatan yang dipunyai Edy. Apalagi, tidak cuma Edy, pengurus PSSI yang rangkap jabatan. Permasalahannya, Edy sering tidak ada.

“(Karena itu) mengapa Madura merekomendasikan mundur? Sebab terdapatnya di Sumut. Jika ia Gubernur DKI atau Menteri saya pikir mudah terdapatnya di Jakarta. Sebab, semakin lebih gampang lakukan pengaturan rapat dengan Exco dapat setiap saat, dapat malam sesudah jam kerja,” ia menuturkan.

“Tetapi jika di Sumut dengan fisik tidak berada di Jakarta serta tidak ada dekat dengan federasi. Itu saja. Sebab keputusan-keputusan itu mesti diambil cepat, di PSSI tidak dapat menanti,” tutur ia memberikan.

“Karena itu, dahulu kami memberi dukungan beliau meskipun beliau Pangkostrad. Madura memberi dukungan beliau sebab menurut kami berada di Jakarta harus (harusnya) sangguplah. Azwar Anas ikut begitu, banyak merangkap dahulu tidak ada permasalahan. Agum Gumelar ikut merangkap tidak permasalahan. Bukan rangkapnya, Madura menilainya tetapi fisiknya, tempatnya,” tutur ia.

Dikonfirmasi terpisah, manajer Bhayangkara FC Sumardji, menjelaskan The Guardian belumlah ingin memberi komentar banyak berkaitan tekanan supporter yang minta Edy Rahmayadi mundur.

“Sesaat Bhayangkara tidak ada komentar. Utamanya, Bhayangkara no comment apa-apa,” kata Sumardji.

agen bola