Friday, 19 October 2018   |   03:17 AM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Darius Selalui Melalui Masa Sulit

Darius Sinathrya

Jerman saat itu setelah mengalahkan Argentina 1-0 di laga puncak. Untuk menyambut pesta sepak bola yang hebat, Trans TV dan Trans 7, dan detikSport dengan live compact ‘Concert 100 Days to the World Cup’ yang diadakan di area CT Corp, hadir dengan penyanyi dan grup musik ternama di Indonesia. Dibalik Slank, Ari Lasso, Bunga Citra Lestari, Judika, Armada, Gaskik Zaskia, Cita Citata, dan Via Vallen. Selain deretan musisi, acara ini juga dihadiri oleh Darius Sinathrya sebagai presenter sepak bola papan atas. Darius yang gemar olahraga ini selalu juara Argentina di Piala Dunia. Seperti penggemar lainnya yang telah menemukan kekecewaan, Darius tak luput dari perasaan. Dari sekian banyak momen pahit yang mendukung Argentina, tahun 2014 disebut paling menyakitkan, hal itu juga menjadi sesuatu yang pastinya menjadi tidak pasti.

Saya pertama kali mulai ngikutin Piala Dunia pada tahun 1994. Tapi tetap sama samar-samar karena saya dulu masih sangat muda. Nah, itu benar-benar ngikutin itu di tahun 1998, “kata Darius D’Bandhits, cita-cita nama grup musik yang saat ini menjadi kegiatan baru ayah dari 3 anak. Uniknya, pria tampan ini memilih aliran musik rock, Sesuatu yang cukup mengejutkan, ingat penampilan Darius yang sangat sporty .. Saya suka musik, tapi ada musik rock ya, apalagi rock 80-an, yang sangat saya cintai.

Presenter yang melejit melalui ajang olah raga memang sangat dekat dengan olahraga sepakbola yang ia cintai, sampai ia dan rekan rekannya menciptakan sebuah lagu yang diharapkan bisa mencoreng nama bangsa ini juga menentukan topik pembicaraan mereka. Dukung semangat perasaan kita perlu diberikan kepada atlit kita yang telah mengusik nama bangsa. Seperti para seniman, kita akan melalui sebuah cara untuk membuat sebuah lagu. “Pada tahun itu (1998) Argentina tersingkir dari Belanda Selamat, saat itu striker itu adalah game yang ganas. Ada (Gabriel) Batistuta, Ortega, dan generasi emas saja,” Darius menambahkan sambil tertawa.

agen bola