Monday, 20 August 2018   |   10:48 AM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Jose Mourinho Enggan Dipanggil Manajer

Jose Mourinho

Jose Mourinho melontarkan sindiran keras pada manajemen Manchester United setelah menghadapi Leicester City. Dirinya merasa bukan seorang manajer, lebih tepat pelatih kepala.

MU meraih kemenangan tipis 2-1 ketika menjamu Leicester di pertandingan pertama Premier League 2018/2019 pada Old Trafford, hari Sabtu (11/8/2018) dinihari WIB. The Red Devils memenangi pertandingan sulit ini melalui gol penalti Paul Pogba pada menit ketiga serta gol dari Luke Shaw pada menit ke-83.

Satu gol dari Leicester diciptakan Jamie Vardy pada masa injury time.

Setelah laga Mourinho kembali menyiratkan kekecewaannya mengenai transfer. Dirinya memuji kerja keras timnya menghadapi tim yang berinvestasi lebih besar pada bursa transfer.

Soal transfer memang semenjak beberapa pekan yang terakhir bikin Mourinho kesal. MU hanya melakukan tiga pembelian pada musim panas ini, yaitu Diogo Dalot, Fred, serta Lee Grant.

Praktis hanya Fred yang telah memiliki kualitas serta pengalaman untuk menjadi starter. Sedangkan Dalot baru 19 tahun serta diproyeksikan bagi masa depan dan Grant merupakan penjaga gawang cadangan.

Padahal Setan Merah sempat dihubungkan dengan sejumlah nama, khususnya pada posisi bek tengah, yang di antaranya Jerome Boateng, Harry Maguire, serta Yerry Mina. Tidak satupun datang hingga bursa transfer ditutup hari Kamis (9/8) lalu.

Mengenai kegagalan manajemen memboyong nama-nama incaran, Mourinho pun pasrah. Manajer dari Portugal itu menyebut bila jabatannya sebagai manajer terasa tidak berarti sebab tidak memiliki kuasa penuh di transfer.

Manajer yang pernah melatih Inter Milan, Chelsea, serta Real Madrid tersebut menyatakan dirinya lebih tepat disebut pelatih kepala, yang betul-betul hanya menangani urusan teknis pada lapangan. Bukan seorang manajer yang memiliki kuasa untuk ikut mengatur administrasi serta persiapan pada luar lapangan, termasuk pembelian pemain.

“Begitulah manajemen dalam sepakbola. Sepakbola tengah berubah. Mungkin para manajer sepakbola semestinya dapat lebih disebut sebagai pelatih kepala,” ujar Mourinho.

“Kami memiliki para staf pelatih dengan multi fungsi yang besar serta saya pikir kami lebih semacam pelatih kepala daripada manajer,” ungkapnya.

agen bola