Saturday, 21 April 2018   |   18:29 PM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Kapten Persebaya Mengingat Kembali Eri Irianto

Persebaya Surabaya

Scuad Persebaya Surabaya berdoa dengan di lapangan sesudah session latihan tim di Lapangan Polda Jawa timur, Surabaya, Selasa (3/4/2018). Doa dengan itu untuk legenda Persebaya, mendiang Eri Irianto.

Pas pada 3 April 2018, telah 18 th. Eri meninggalkan Persebaya, orang-orang Surabaya, serta semuanya penggamar Bajul Ijo.

Jadi kapten Persebaya, Rendi Irwan, mengemukakan doa serta kesan-kesan spesial untuk sang legenda.

“Kami sesudah latihan barusan telah meluangkan doa untuk almarhum yang sudah pergi meninggalkan kenangannya dengan Persebaya. Mudah-mudahan beliau di terima di sisi-Nya, karna kami menghormati beliau jadi legenda yang sempat membawa nama harum persebaya di kancah sepak bola Indonesia, ” kata Rendi.

Memori pada 3 April 2000 mungkin saja tidak juga akan dilupakan Persebaya dan Bonek, supporter Persebaya. Pada tanggal tersebut, Eri alami insiden di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

Waktu itu, Persebaya memerankan kompetisi melawan PSIM Yogyakarta dalam kelanjutan Divisi Paling utama 1999-2000. Eri yang tampak di pertandingan itu bertabrakan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga.

Gelandang Persebaya Surabaya kelahiran 12 Januari 1974 itu segera pingsan serta dilarikan ke RS Dr Soetomo, Surabaya. Saat malam harinya, Eri dinyatakan wafat dunia karna serangan jantung.

Nama Eri dikenang karena insiden itu. Manajemen Persebaya mengambil keputusan untuk memensiunkan nomor punggung 19 yang waktu itu digunakan Ero. Mes pemain Persebaya di Jalan Karanggayam No. 1 Surabaya juga dinamakan Wisma Eri Irianto.

Umur Eria cuma hingga 26 th.. Tetapi, dia meninggalkan banyak masa lalu bernilai. Dia membawa Persebaya jadi runner-up Divisi Paling utama 1998/1999. Diluar itu, dia telah sempat membela Timnas Indonesia serta sudah mengantongi 10 caps.

Waktu insiden itu, Rendi masih tetap jadi remaja berumur 13 th.. Dia belum juga sempat berjumpa serta terlibat perbincangan dengan segera dengan Eri. Tetapi, pemain 30 th. itu melihat segera kompetisi itu.

“Ya, waktu itu saya masih tetap remaja. Saya tidak sempat berjumpa, tapi seringkali sekali memandangnya. Waktu beliau wafat melawan PSIM, saya melihat kompetisi itu di stadion dengan bapak saya. Tapi, kebanyakan orang sudah mengetahui kalau dia yaitu legenda disini, ” tandas Rendi.

agen bola