Monday, 10 December 2018   |   07:02 AM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Master Agen Bola | Mesin Gol Baru Atletico Bernama Diego Costa

 Madrid – Banyak sekali keraguan yang mengiringi langkah klub sekelas Atletico Madrid menjelang La Liga musim ini bergulir. Tapi seorang yang bernama Diego Costa sedang membuktikan bahwa dengan dirinya Los Rojiblancos tetap kompetitif. Publik tidak akan pernah melupakan dominasi seorang Radamel Falcao di klub yang bermarkas di Vicente Calderon. Dengan donasi sebanyak 70 gol dari 88 penampilan pada dua musim terakhir, keputusan melegonya ke AS Monaco dinilai bisa menggembosi kekuatan tim.

Pria bernama lengkap Diego da Silva Costa itu bisa saja menggantikan Falcao dengan cepat berkat penampilan cemerlangnya di awal musim ini. Pemain yang berasal dari Brasil dan juga memiliki paspor Spanyol itu sudah mencetak delapan gol, menjadi top skorer bersama Lionel Messi (dan unggul satu gol dari Cristiano Ronaldo).

Lebih istimewanya lagi, gol ke delapan pria kelahiran Lagarto itu didapatkan di markas Real Madrid pada laga derby Madrid tadi malam, atau Minggu (29/9/2013) dinihari WIB. Golnya di menit 11 menjadi satu-satunya di laga tersebut, dan kemenangan itu memutus rekor buruk Atletico yang tak pernah mendapatkan sebuah kemenangan atas Madrid di liga sejak Oktober 1999!

Sesuai dengan kutipan dari Master Agen Bola, pria yang saat ini berusia 24 tahun itu, ini memang sekaligus menjadi kesempatan buat dia menjadi “sesuatu” di tim asuhan Diego Simeone. Sebabnya, ia tergolong cukup lama menjadi bagian klub tersebut. Direkrut dari klub Portugal Braga di tahun 2007, pria bertinggi 187 cm itu tak pernah diturunkan di periode pertamanya itu dan lalu dipinjamkan ke tiga klub lain, sebelum akhirnya dijual ke Valladolid di tahun 2009.

Selang setahun kemudian ia dibeli lagi oleh Atletico dan kali itu mendapat kans lebih besar. Ia dimainkan 28 kali di liga (13 sebagai stater) dan mengemas enam gol. Sayangnya, di musim panas 2011 ia mendapat cedera lutut dan harus masuk ke ruang perawatan sampai akhir paruh pertama kompetisi. Di paruh kedua ia dipinjamkan ke Rayo Vallecano., dan ia kembali tajam dengan mengukir 10 gol dari 16 laga.

Di musim lalu, Costa diberi porsi yang lebih besar lagi oleh pelatihnya. Berduet bersama mesin gol dari Kolombia, Falcao di lini depan, ia berhasil menorehkan 10 gol (termasuk tujuh assist) dari 34 laga, termasuk 24 laga dari menit pertama.

Bersama David Villa di musim ini, Diego Costa kini menjadi tukang gedor andalan Los Colchoneros. Jika mampu menjaga performa apik, bukan tak mungkin ia menjadi pemain kesayangan dari suporter sama seperti mereka perlakukan terhadap Falcao.

agen bola