Monday, 20 August 2018   |   10:47 AM
Selamat Datang di Areabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Dapatkan pendaftaran Gratis Secara Online !
Dengan di dukung Customer Support 24 Jam yang siap membantu anda !
agen bola

Agen Bola - Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Topik Premier League Masih Mengejar Manchester City

Premier League

 

Musim baru Premier League akan dimulai di akhir pekan ini. Judul untuk musim ini besar kemungkinan masih tetap sama, yakni mengejar Manchester City.

Tidak sulit untuk menempatkan The Citizens sebagai unggulan pertama di musim ini. Sebagai tim paling konsisten dan stabil di musim lalu, sang juara bertahan tidak kehilangan pemain kunci dan malah berhasil menambah kekuatannya.

Tidak ada nama top yang pergi kecuali Yaya Toure yang memang sudah tidak diandalkan lagi. Sementara itu kedatangan Riyad Mahrez menambah opsi di lini depan dan menjadi suntikan ekstra di dalam hal kreativitas permainan.

Dengan skuat yang tetap terjaga, City niscaya lebih matang dan semakin mengerti dengan cara bermain yang diinginkan Josep Guardiola. Pada musim lalu mereka memenangkan Premier League dan Piala Liga Inggris di dalam musim yang bertabur rekor. Di musim ini City akan memperluas pandangannya, khususnya ke Liga Champions.

Sesudah City mencatatkan jumlah poin terbanyak di dalam satu musim (100 poin), selisih terbesar dengan runnerup (19 poin) dan meraih kemenangan terbanyak (32 kali), serta beberapa rekor lainnya di musim lalu, skuatnya Guardiola masih menjadi tim yang paling dikejar. Gelar Community Shield yang didapatkan setelah menundukkan Chelsea pada hari Minggu (5/8/2018) kemarin menjadi salah satu tandanya.

Faktor lainnya yang membuat City lebih diunggulkan adalah beberapa tim rival menjalani musim panas yang kurang bagus dan juga mengalami pergantian manajer. Manchester United dan Tottenham Hotspur bermasalah dengan bursa transfer, sementara Arsenal dan Chelsea sedang memulai era baru.

MU merekrut 3 pemain, yakni Fred, Diogo Dalot dan Lee Grant. Akan tetapi dari ketiga nama itu, cuma Fred yang bisa diprediksi langsung diandalkan. Dalot yang berusia 19 tahun lebih diproyeksikan untuk masa depan, sedangkan Grant merupakan kiper pelapis.

Pasifnya The Red Devils di bursa transfer ini bahkan sudah membuat sang manajer, Jose Mourinho, geram. Padahal mereka sudah lama dihubung-hubungkan dengan beberapa nama seperti Harry Maguire, Ivan Perisic, Jerome Boateng, Toby Alderweireld dan Yerry Mina.

Belum lagi ditambah masalah keterlambatan pulangnya beberapa pemain kunci dari liburan, yang membuat Mourinho semakin geregetan di sepanjang pramusim. Sebagai tim runnerup musim lalu, ini tentunya bukan awal yang diinginkan MU untuk menyambut musim kompetisi yang baru.

Itu cerita masalah yang dihadapi MU, sementara Tottenham mempunyai cerita lain lagi. Tim peringkat 3 musim lalu itu malah belum mendapatkan satupun pemain di bursa transfer musim panas ini. Walaupun tidak kehilangan satupun pemain kuncinya, tapi Mauricio Pochettino seharusnya sadar membutuhkan penguatan tim. Sebab dengan tim yang sama, di musim lalu mereka finis dengan 77 poin yang mana berjarak 23 angka dari City sebagai tim juara. 23 poin dengan kata lain nyaris berjarak 8 kemenangan, itu jelas bukan selisih yang kecil untuk The Lilywhites.

Sementara masalah Chelsea adalah dimulainya era baru. Maurizio Sarri, walaupun sama-sama berasal dari Italia seperti Antonio Conte, memiliki pendekatan permainan yang berbeda. Sarri adalah penggemar sepakbola ofensif, cair dan dominan yang selalu ingin timnya menguasai bola. Sementara itu Conte lebih berkarakter defensif, menginginkan timnya tampil solid sebagai sebuah sistem.

Menerapkan ide baru tentunya memerlukan waktu. City butuh satu musim untuk mencari tahu apa yang kurang dan yang perlu dibenahi bersama Guardiola. Tantangan yang dihadpaai Sarri pun semakin berat karena 3 pemain kuncinya, yakni Eden Hazard, Willian dan Thibaut Courtois sedang dirayu klub lain. Tapi kedatangan Jorginho menjadi sebuah hal yang positif. Jorginho bisa disebut sebagai otak permainan Sarri di dalam lapangan. Semua permainan Sarri bakal dimulai dari Jorginho.

Senasib dengan Chelsea, Arsenal menghadapi masalah yang sama. Pergantian manajer dari Arsene Wenger ke Unai Emery membuat Arsenal memulai dengan satu langkah di belakang tim-tim rival yang sudah lebih mapan. Sejauh ini Emery sudah terlihat mengerti dengan area mana yang paling perlu diperbaiki, yakni pertahanan. Empat rekrutan di musim panas ini semuanya merupakan pemain yang berkarakter bertahan. Mereka adalah Bernd Leno, Sokratis Papastathopoulos, Stephan Lichtsteiner dan Lucas Torreira.

Kalau ada tim yang paling dijagokan untuk menjegal City, itu adalah Liverpool. Kecuali Emre Can, The Reds tidak kehilangan sosok yang penting. Liverpool justru melakukan belanja besar-besaran, termasuk untuk mendapatkan pengganti Can. Naby Keita, Fabinho, Xherdan Shaqiri dan Alisson Becker secara total menghabiskan dana senilai 161 juta poundsterling. Kehadiran Keita dan Fabinho menambah opsi di sektor tengah sekaligus menutupi kepergian Can. Shaqiri bakal menjadi pelapis Mohamed Salah, sedangkan Alisson diharapkan menjawab masalah kiper yang selama ini menghantui Liverpool.

Liverpool pada musim lalu finis di posisi 4, akan tetapi berhasil ke final Liga Champions. Dengan skuat yang semakin dalam, tim asuhan Juergen Klopp itu pun diyakini akan naik level lagi.

Di papan tengah, Everton bersama Marco Silva dan West Ham United dengan Manuel Pellegrini diprediksi mampu mengganggu tim-tim 6 besar. Ini sekaligus menjadi tantangan kembali buat Leicester City dan Burnley.

Tiga tim promosi, yakni Wolverhampton Wanderers, Cardiff City dan Fulham bakal berjuan untuk tetap bertahan di level teratas sepakbola Inggris itu, yang mana akan menjadi ancaman buat tim-tim penghuni papan bawah musim lalu. Southampton, Brighton & Hove Albion dan Huddersfield Town perlu berbenah agar tidak turun kasta di akhir musim.

agen bola